
Panel penjurian Jakarta DCI 2026 mulai terungkap. Sembilan nama dengan latar belakang dan pengalaman berbeda akan berada di balik meja penilaian ketika unit-unit besar bertemu dalam satu medan kompetisi, 18–20 Desember mendatang. Kalau tahun-tahun sebelumnya Jakarta DCI masih memberi cukup banyak ruang untuk bernapas, tahun ini ceritanya mungkin akan berbeda. Jumlah peserta bertambah, unit-unit besar…

Catatan dari Jakarta Drum Corps International 2025 (3–Habis) Tidak semua orang datang ke arena untuk disorot lampu. Sebagian datang lebih awal, pulang paling akhir, dan hampir selalu berada di luar bingkai kamera. Mereka tidak berdiri di podium, tidak menerima medali, dan jarang disebut namanya ketika sorak penonton pecah. Tapi tanpa mereka, Jakarta Drum Corps International…

Catatan dari Jakarta Drum Corps International 2025 (2) Tidak semua kompetisi meninggalkan jejak setelah lampu arena dimatikan. Sebagian selesai bersamaan dengan pengumuman pemenang—angka dicatat, piala diangkat, lalu dilupakan. Tapi Jakarta Drum Corps International 2025 bergerak dengan cara berbeda. Ia tinggal lebih lama, bukan di podium, melainkan di kepala orang-orang yang terlibat di dalamnya. Malam final di…

Catatan dari Jakarta Drum Corps International 2025 (1) Di Jakarta International Velodrome, 21 Desember 2025, malam itu tidak benar-benar sunyi. Bahkan ketika tak ada satu pun korps yang tampil, udara masih bergetar oleh sisa dentum snare dan gema brass yang tertinggal di dinding arena. Finals drum corps baru saja usai. Para panitia sibuk menyiapkan upacara…

Rim shot pertama malam itu terdengar seperti letupan kecil yang menembus atap kota. Di luar, Jakarta masih sibuk dengan klakson dan lampu rem. Tapi di dalam Jakarta International Velodrome, suara lain mulai mengambil alih: ketukan pad yang dipanaskan, paradiddle gugup, stik yang saling membentur ring snare seolah menguji nyali sebelum perang. Satu per satu, barisan…

Sebentar…bayangkan ini : Malam di Rawamangun turun pelan-pelan. Dari jalan raya yang padat, Jakarta International Velodrome kelihatan seperti kapal luar angkasa yang parkir di tengah kota—kubah putih raksasa, lampu-lampu yang membentuk lingkar terang, dan deretan bendera yang berdiri seperti penjaga gerbang. Di dalamnya, bukan suara rantai sepeda yang terdengar duluan, tapi gema snare, teriakan komando,…

Jakarta Drum Corps International (Jakarta DCI) Desember 2025 di Jakarta International Velodrome bukan cuma soal siapa yang bakal mengisi lapangan, tapi juga siapa yang duduk di tribun juri.Dan tahun ini, IDCA bareng DCI kayak sengaja mau bikin statement:“Kalau mau main di level dunia, ya ini standar jurinya.” Panel jurinya bener-bener all-star cast:Steve Ulicny, Dylan Toombs,…

Di Kanagawa, Jepang—di antara ritme kereta yang tak pernah berhenti dan denyut kreatif negeri Sakura—hidup seorang sosok yang nama dan pengaruhnya sudah lama bersirkulasi di dunia marching arts: Yoshito Ebisawa. Buat para pelaku marching band di Asia, nama itu bukan sekadar familiar. Dia lebih seperti kompas—selalu menunjuk ke arah kualitas, disiplin, dan musikalitas yang tajam.…

Di balik banyak brass line paling “ngomong” di lapangan hari ini, ada satu nama yang pelan tapi pasti mulai sering muncul di balik layar: Dylan Toombs. Dia bukan tipe orang yang ngejar spotlight, tapi kalau lo ikutin jejak karya dan desainnya, lo bakal sadar satu hal — suara yang lo dengar itu nggak kebetulan. Itu…

Di balik set timpani yang berkilau dan dentum marimba yang memecah keheningan panggung, berdiri satu nama yang selama lebih dari dua dekade telah menjadi poros dunia perkusi Thailand: Asst. Prof. Dr. Paopun Amnatham. Dengan rekam jejak yang bisa membuat siapa pun menelan ludah, Paopun bukan hanya seorang akademisi atau performer—dia adalah kekuatan kreatif yang merobek…