
aowoawkdoakwdoakdwoawkd bebas cok kata ayah kalo makan harus banyak biar ga laper ini apa dah? dah ah tengok mobil ni wkwkwk dadah

Catatan tentang band indie Indonesia yang memberi warna baru sepanjang 2025 Tidak semua band datang dengan sirene.Sebagian hanya muncul sebagai nama kecil di poster gigs, selipan algoritma di playlist Discover Weekly, atau rekomendasi mulut ke mulut yang terdengar seperti rahasia. Tahun 2025 di musik indie Indonesia diisi oleh nama-nama yang belum tentu viral, tapi terasa…

Catatan dari Jakarta Drum Corps International 2025 (3–Habis) Tidak semua orang datang ke arena untuk disorot lampu. Sebagian datang lebih awal, pulang paling akhir, dan hampir selalu berada di luar bingkai kamera. Mereka tidak berdiri di podium, tidak menerima medali, dan jarang disebut namanya ketika sorak penonton pecah. Tapi tanpa mereka, Jakarta Drum Corps International…

Catatan dari Jakarta Drum Corps International 2025 (2) Tidak semua kompetisi meninggalkan jejak setelah lampu arena dimatikan. Sebagian selesai bersamaan dengan pengumuman pemenang—angka dicatat, piala diangkat, lalu dilupakan. Tapi Jakarta Drum Corps International 2025 bergerak dengan cara berbeda. Ia tinggal lebih lama, bukan di podium, melainkan di kepala orang-orang yang terlibat di dalamnya. Malam final di…

Catatan dari Jakarta Drum Corps International 2025 (1) Di Jakarta International Velodrome, 21 Desember 2025, malam itu tidak benar-benar sunyi. Bahkan ketika tak ada satu pun korps yang tampil, udara masih bergetar oleh sisa dentum snare dan gema brass yang tertinggal di dinding arena. Finals drum corps baru saja usai. Para panitia sibuk menyiapkan upacara…

“Sedia Aku Sebelum Hujan” terdengar seperti payung yang dibuka terlalu cepat—bukan karena lebay, tapi karena kita semua tahu: langit Jakarta jarang benar-benar cerah. Ada jenis lagu yang tidak memaksa kamu menangis, tapi membuat kamu mengerti kenapa orang lain bisa menangis. “Sedia Aku Sebelum Hujan” dari IDGITAF termasuk jenis itu: sebuah balada yang berjalan pelan, nyaris…

Di banyak film Indonesia, debt collector biasanya datang sebagai horor ekonomi: jaket kulit, tatapan tajam, ancaman singkat, lalu pintu yang dibanting. Di Panggil Aku Ayah, mereka datang dengan cara yang sama — tapi film ini pelan-pelan merobek stereotip itu dan menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih berbahaya: perasaan. Disutradarai Benni Setiawan, pemenang Piala Citra yang…

Rim shot pertama malam itu terdengar seperti letupan kecil yang menembus atap kota. Di luar, Jakarta masih sibuk dengan klakson dan lampu rem. Tapi di dalam Jakarta International Velodrome, suara lain mulai mengambil alih: ketukan pad yang dipanaskan, paradiddle gugup, stik yang saling membentur ring snare seolah menguji nyali sebelum perang. Satu per satu, barisan…

Night settles slowly over Rawamangun. From the busy main road, Jakarta International Velodrome looks like a spaceship parked in the middle of the city—its giant white dome, rings of light, and rows of flags standing like gatekeepers. Inside, it’s not the sound of bicycle chains you hear first, but the echo of snares, shouted commands,…

Sebentar…bayangkan ini : Malam di Rawamangun turun pelan-pelan. Dari jalan raya yang padat, Jakarta International Velodrome kelihatan seperti kapal luar angkasa yang parkir di tengah kota—kubah putih raksasa, lampu-lampu yang membentuk lingkar terang, dan deretan bendera yang berdiri seperti penjaga gerbang. Di dalamnya, bukan suara rantai sepeda yang terdengar duluan, tapi gema snare, teriakan komando,…