
“Sedia Aku Sebelum Hujan” terdengar seperti payung yang dibuka terlalu cepat—bukan karena lebay, tapi karena kita semua tahu: langit Jakarta jarang benar-benar cerah. Ada jenis lagu yang tidak memaksa kamu menangis, tapi membuat kamu mengerti kenapa orang lain bisa menangis. “Sedia Aku Sebelum Hujan” dari IDGITAF termasuk jenis itu: sebuah balada yang berjalan pelan, nyaris…